Senin, 14 April 2008

Permen Karetnya, Pak!

Hari ini mengajar menyisakan cerita lucu buat saya. Meskipun mungkin tidak bagi anak didik saya, sebut saja namanya wawan.

Sebenarnya tradisi makan di kelas adalah tradisi buruk yang sudah ada lama sejak kita semua dulu masih duduk di bangku sekolah. Dan sepertinya tradisi-tradisi jelek zaman kita dulu masih diwarisi oleh anak-anak zaman sekarang. Sesaat sebelum pelajaran dimulai saya memang sepintas melihat beberapa anak mengunyah permen karet. Saya seperti layaknya guru lain langsung memerintahkan permen karet tadi untuk dibuang, karena memang makan di dalam kelas jelas tidak berdampak baik. Sebagian menuruti saya seketika itu juga, akan tetapi memang usia anak SLTP atau sederajat memang di kenal suka berontak. Langsung saja saya buat peraturan untuk mengatasi bentuk indisipliner tadi dengan memberikan 'bonus' berupa 20 bungkus permen karet dimakan sekaligus dalam waktu 30 menit.

Nah, si wawan ini ternyata memiliki naluri suka tantangan. Saya jelas-jelas tahu kalau di mulutnya tidak secuilpun ada permen karet. Layaknya acara Fear Factor di TV dia mengacungkan jari mengambil tantangan yang saya berikan. Saya sempat berulang kali mengatakan dengan jelas peraturan tantangan tersebut, akan tetapi dia merasa mendapatkan permen gratis itu enak, apalagi ini 20 butir. Dalam bahasa jawa ini bisa di sebut dengan 'bejo kemayangan'. Yah, memang akhirnya saya menyerah dengan tekad anak saya yang satu ini. "Oke, tolong belikan saya 20 permen karet" ungkap saya kepada salah satu anak. "Kita tidak ada dendam lho wan, ini kamu yang minta lho ya..", "Oke pak!" kata wawan.

Setelah permen karetnya datang, si wawan kemudian dengan lahapnya mengunyah permen tersebut. Saya persilahkan dia untuk berdiri di depan agar mudah teman-temannya melihatnya, lumayan dapet 'model' gratis. Mulailah dia mengunyah permen karet yang penuh di mulutnya itu. "Yak, Mulai!" kata saya. Waktu berjalan pelan sepertinya bagi wawan karena setelah beberapa kunyahan dia mulai kewalahan. Sepertinya otot rahangnya mulai pegal. Sampai kadang keluar liurnya di barengi riuhnya tertawa teman-teman sekelasnya menganggap apa yang mereka lihat begitu lucunya. Wawan yang awalnya tadi sepertinya super human tapi sepertinya tekanan permen karet di mulutnya sudah terlalu berat. Wawan.. wawan, kasihan.. matanya sudah berubah merah sepertinya saya lihat dari kejauhan. Setelah berjuang selama kurang lebih 4 menit akhirnya saya dekati dia, "gimana wan? Lanjut?". "Hah..nyerah pak"."Oke, selesai, buang keluar wan!" kata saya.

Sepertinya teman-teman wawan tidak terkecuali dia, sudah mendapatkan pesannya. Usai ia membuang permen karet itu saya bertanya kepada dia, "gimana rasanya wan?". "ah, sakit pak".

Minggu, 13 April 2008

Besok..., kita pindah ke linux!

Menentukan distribusi (baca:distro) linux memang bukan sesuatu yang
gampang. Banyak pertimbangan yang harus di pikir masak-masak. Asal
tahu saja, jumlah distro berikut turunannya bakal bikin kepala kita
jadi pusing!. Tercatat lebih dari empat ratusan distro (belum
dikonfirmasi) yang membuat kita semakin ragu-ragu untuk memutuskan
distro mana yang akan kita pilih. Saya pribadi masih menimbang-nimbang
distro mana yang akan saya pilih untuk saya install nantinya. Hari ini
saya telah memberikan deadline bagi saudara saya untuk menyiapkan
hatinya berpindah dari produk Microsoft yang selama ini kami pakai.
Selama ini memang hanya saya saja yang lumayan paham cara merawat PC
dirumah, akan tetapi adik laki-laki kami yang keranjingan game
sepertinya agak susah di larang untuk tidak seenaknya copy paste file
ke dalam komputer. Saya sudah mengirim beberapa pasukan antivirus
mulai dari yang bule sampai pribumi. Boleh jadi mereka memang menumpas
virus-virus di dalam komputer kami itu. Tapi sepertinya kestabilan
sistemnya tidak bisa dijaga. Sisa-sisa peperangan membuat windows jadi
tidak stabil. Berat memang rasanya untuk berpindah, karena sebagian
besar aplikasi kami memang sudah tercukupi oleh sistem yang satu ini.

Keputusan berpindah ini tidak serta merta karena kami takut dengan
virus, kemudian latah ikut-ikutan berpindah ke sistem yang 'belum
mapan' seperti linux. Ada beberapa alasan lain memang, setidaknya
pergantian ini akan menjadi sebuah langkah pembelajaran baru bagi kami
kakak beradik, sebuah pembebasan dari cracked software menuju open
source. Ada harapan supaya adik kecil kami yang masih kelas 6 SD juga
bisa melihat panorama lain selain Windows.

Beberapa hari lagi, kami akan mulai mencicipi OS (operating system)
baru kami. Sepertinya pilihan akan jatuh ke ubuntu linux karena kami
sudah memiliki dvd repo nya. Semoga kepindahan yang belum dimulai hari
ini bisa menjadi sebuah kemantapan hati, sebuah keputusan tepat yang
istiqomah.

Selasa, 01 April 2008

Setting Email client Nokia 6630 untuk Gmail

Sepanjang sejarah saya menggunakan HP sebagai alat komunikasi, saya selalu tertarik untuk menggali kemampuan maksimal dari gadget tersebut. Malah sebenarnya bukan hanya HP. Hampir semua perangkat teknologi yang saya miliki sudah pernah merasakan 'diobok-obok' oleh rasa keingintahuan saya. Tulisan ini khusus saya terapkan di Nokia 6630 saya, saya tidak tahu hirarki untuk HP tipe dan merek lain. Tapi untuk sesama Symbian Nokia saya rasa banyak kemiripan. Posting ini saya tulis lewat Email client saya di HP, mohon maaf jika terjadi 'keanehan' ketika anda membacanya. Saya menggunakan bahasa Inggris di HP saya, silahkan sesuaikan dengan milik anda.

Langkah-langkahnya antara lain:
1. Klik menu, messaging, option, setting, Email, Mailboxes
2. Klik option, New Mailbox, Mailbox settings.
*Bagian yang perlu anda isi untuk Email di Gmail antara lain:
- Mailbox name :Gmail
- Access point : 'pilih sesuai provider anda'
- My Email Address : 'isi dengan alamat Email anda'
- Out going Mail server :pop.gmail.com
- Send message : immediately
- User name : 'isi dengan alamat Email anda'
- Password : 'isi dengan password anda'
- Incoming mail server : smtp.gmail.com
- Mailbox type : IMAP4
- Security (ports) :On (993/995)
kemudian keluar (done)

3. Masuk ke user setting, set seperti dibawah ini:
- Emails to retrieve : 'isi sesuai jumlah email yang ingin anda download setiap kali koneksi'
- Retrieve attachment : No
- Subscribed folders : 'biarkan kosong'
- Send copy to self : No/Yes, terserah anda. Ini berfungsi untuk memerintahkan server menyimpan copy dari setiap email kita kirim dari HP di server gmail.
- Include Signature : No
- My name : 'isi dengan nama anda'
done
4. Di bagian Automatic Retrieval :off

Selamat mencoba.
Untuk pertanyaan, silahkan kirim email ke : alaiksander@gmail.com